Rabu, Desember 08, 2010

Pencakar Langit Tertua di Dunia

Shibam (sering disebut sebagai Shibam Hadhramaut) adalah sebuah kota di Yaman dengan sekitar 7.000 penduduk. Shibam masuk dalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1982. Rumah-rumah shibam semuanya terbuat dari bata lumpur, termasuk bangunan-bangunan pencakar langitnya. Bangunan-bangunan yang menjulang ini sudah ada sejak abad ke-16. Itulah sebabnya shibam dijuluki "Kota Pencakar Langit Tertua di Dunia" dan merupakan salah satu contoh tertua dan terbaik dari perencanaan kota berdasarkan prinsip konstruksi vertikal

Sejarah Kota Shibam dan Hunian Pencakar Langit Kuno-nya

Shibam diduga telah ada sejak abad 2 Masehi, karena ditemukan sebuah prasasti dari abad 3 yang menceritakan tentang kota ini. Shibam menjadi ibukota kerajaan Hadramaut di abad ketiga masehi. Dan menjadi kota perdaganagan kemenyan dan mur yang ramai saat itu. Oleh karena perkembangan yang pesat, maka diabad ke-16 seluruh kota shibam mulai membangun bangunan-bangunan dan hunian megah yang kesemuanya terbuat dari lumpur namun sambil tetap mempertahankan nuansa tradisional.

Total di Shibam ada 500 lebih rumah yang menjulang seperti apartemen dan menara. Rata-rata bangunan yang dibangun lebih dari 70 meter tingginya. Bahkan di bagian lain terdapat bangunan menara tempat ibadah yang memiliki tinggi mencapai 90 meter dan merupakan menara tertinggi di semenanjung arab selatan. Keadaan bangunan seperti inilah yang menjadikan shibam sebagai hunian pencakar langit dari lumpur yang tertua di dunia.

















Bahan Bangunan Pencakar Langit dari Lumpur

Kota tua Shibam yang ada di wilayah Wadi (lembah) Hadhramaut yang merupakan lembah terluas di semenanjung arab adalah wilayah yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Datarannya luas, air mudah didapat, tanahnya subur, dan daerah ini kaya akan lumpur.

Lumpur Hadhramaut sangat istimewa, bisa dimanfaatkan untuk pembuatan gerabah (perabotan rumah) bahkan bangunan-bangunan lainnya. Penduduk setempat mengeringkan dan membakar lumpur tersebut sehingga dapat dicetak untuk jadi bahan bangunan. Salah satu keistimewaan bangunan yang terbuat dari lumpur ini, maka bangunan tersebut secara alami dapat menyesuaikan dengan cuaca. Di musim panas, di dalam rumah akan terasa sejuk, dan di musim dingin akan terasa hangat.

Uniknya, bangunan yang dibangun dari lumpur ini bertahan hingga ratusan tahun.

Keadaan Kota Shibam dan Hunian Pencakar Langitnya Saat Ini

Pada tahun 2008, Kota Shibam dihantam banjir parah akibat hujan lebat selama 30 jam. Akibatnya beberapa bangunan menjadi rubuh dan beberapa pondasi menjadi melemah.










Namun Sampai Detik ini berkat usaha restorasi dan dukungan dari UNESCO, Kota Shibam terselamatkan dari ancaman menjadi kota mati. Beberapa bagian kota dan bangunan tinggi yang rusak diperbaiki kembali, sehingga sampai detik ini kehidupan urban dari sebuah kota kuno ini masih bergerak dan bangunan pencakar langit kunonya masih dapat dinikmati wisatawan

Sumber

0 comments:

Posting Komentar

Sisihkan sedikit waktu Anda, untuk berkomentar :D

Delete this element to display blogger navbar