Selasa, Mei 11, 2010

Mengenal Jenis dan Warna Api

Api adalah zat panas yang ditimbulkan dari benda yang terbakar, berasal dari proses oksidasi sehingga berupa energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya (dengan panjang gelombang juga di luar spektrum visual sehingga dapat tidak terlihat oleh mata manusia) dan panas yang juga dapat menimbulkan asap.

Api (warnanya-dipengaruhi oleh intensitas cahayanya) biasanya digunakan untuk menentukan apakah suatu bahan bakar termasuk dalam tingkatan kombusi sehingga dapat digunakan untuk keperluan manusia (misal digunakan sebagai bahan bakar api unggun, perapian atau kompor gas) atau tingkat pembakar yang keras yang bersifat sangat penghancur, membakar dengan tak terkendali sehingga merugikan manusia (misal, pembakaran pada gedung, hutan, dan sebagainya).

Penemuan cara membuat api merupakan salah satu hal yang paling berguna bagi manusia, karena dengan api, golongan hominids (manusia dan kerabatnya seperti kera) dapat aman dari hewan buas, memasak makanan, dan mendapat sumber cahaya serta menjaga dirinya agar tetap hangat.









Jenis-Jenis Api berdasarkan suhunya



Api Berwarna Merah/Kuning

Api jenis ini biasanya bersuhu dibawah 1000 derajat celcius. Api jenis ini termasuk api yang "kurang panas" dikarenakan jarang atau kurang sering digunakan di pabrik-pabrik industri baja/material. Merupakan jenis api yg paling sering kita temui.

Api Berwarna Biru

Api berwarna biru merupakan api yang mungkin sering kita jumpai. Biasanya api ini sering kita lihat di kompor gas. Rata-rata suhu api yang berwarna biru kurang dari 2000 derajat celcius. Api ini berbahan bakar gas dan mengalami pembakaran sempurna.

Api Berwarna Putih

Merupakan api paling panas yang diketahui. Warna putihnya itu dikarenakan suhunya melebihi 2000 derajat celcius. Api ini berada di dalam inti matahari, dan muncul akibat reaksi fusi oleh matahari. Api ini paling banyak digunakan di pabrik-pabrik yang memproduksi material besi dan sejenisnya.

Warna Api yang Dihasilkan dari Bahan yang Digunakan

Warna api pertama ditentukan oleh suhu. Dari warna merah, biru, hingga putih. Semakin panas suhunya, maka akan berubah menjadi biru lalu putih. Selain itu, zat-zat tertentu juga bisa merubah warna api (boleh dicoba):

-Carmine Lithium Chloride
-Red Strontium Chloride
 -Orange Calcium Chloride (a bleaching powder)
-Yellow Sodium Chloride (table salt) or Sodium Carbonate
-Yellowish Green Borax
-Green Copper Sulfate
-Blue Copper Chloride
-Violet 3 parts Potassium Sulfate 1 part Potassium Nitrate (saltpeter)
-Purple Potassium Chloride
-White Magnesium Sulfate (Epsom salts

Contoh Gambar:
1. Api Berwarna Hijau
Api hijau berbahan Green Copper Sulfate

2. Api Berwarna Kuning
Yellow Sodium Chloride (table salt) atau Sodium Carbonate
3. Api Berwarna Ungu 
Purple Potassium Chloride

4. Api berwarna Biru
 FYI, api yang berwarna biru ini bukan api yang suhunya diatas 1000 derajat, melainkan api yang mengandung zat Blue Copper Chloride.

5. Api yang berwarna putih
Api ini juga bukan karena suhu, melainkan karena zat White Magnesium Sulfate (Epsom salts)


Api yang satu ini akan berwarna-warni jika zat-zat di atas disatukan.

sumber

0 comments:

Posting Komentar

Sisihkan sedikit waktu Anda, untuk berkomentar :D

Delete this element to display blogger navbar